Jelajah Kota Nara

Halo teman-teman ketemu lagi dengan cerita perjalanan saya ke negeri Jepang. Kali ini saya akan cerita perjalanan saya dan suami menyusuri kota Nara. Jika ingin merasakan suasana Jepang yang tenang dan damai, saya kira Nara adalah jawabannya. Perjalanan saya ke kota Nara dari Osaka kurang lebih membutuhkan waktu 2 jam menggunakan kereta. Lumayan jauh ya? ya, karena kota Nara terletak di bagian utara prefektur Nara.

Tiba di stasiun kota Nara, sudah terasa suasana sejuk yang menenangkan. Di sini tidak seramai Kyoto, Osaka terlebih Tokyo. Nara adalah kota tetapi bernuansa pedesaan. Tujuan utama kami di Nara ini adalah Nara Dear Park. Taman Rusa dengan konsep terbuka. Sepanjang jalan menuju Nara Dear Park kami melewati jalanan yang ramai para pedagang menjajakan dagangan khas Jepang di kanan kiri jalan. Mochi merupakan makanan khas Jepang yang sangat terkenal. Dan di Nara ini, katanya adalah pusat pembuatan mochi yang sangat enak. Mochi dengan isian strawberi menjadi mochi yang paling saya suka. Rasanya harum manis dan sangat enak.

Starwbery di sini juga tidak seperti strawbery yang biasanya ada di Indonesia. Di sini starwberinya sangat besar, mungkin 3 – 4 kali lipat ukuran strawbery kita. Mungkin ini adalah starwbery bibit unggul sehingga ukurannya sangat besar. Dan rasanya juga tidak asam, tapi manis segar. Teman-teman perlu mencobanya jika ke Nara. Ada apa di Nara Dear Park?

Nara Dear Park

Merupakan taman yang terluas di kota Nara. Yang paling mengesankan di taman ini karena adanya rusa yang berkeliaran bebas menghiasi seantero taman dan hutan di dekat taman. Ini adalah pengalaman yang paling berkesan untuk saya, di kota Nara. Bisa bertemu dengan rusa liar, memberi makan, dan bermain-main dengan rusa liar itu. Konon ada sekitar 1.400 rusa yang tinggal di sekitar Taman Nara. Kenapa rusa di sini bisa dibiarkan hidup bebas tanpa ada yang mengganggu? Warga Jepang memercayai bahwa rusa-rusa itu berhubungan erat dengan para dewa.

Ada legenda bahwa pada tahun 768 M, dewa pertama dari empat dewa Kuil Kasugataisha melakukan perjalanan jauh dari Prefektur Ibaraki di utara Tokyo, ke Gunung Mikasa di Nara, dengan menunggangi rusa putih. Setelah itu, rusa dianggap suci, dan membunuh seekor rusa dapat dihukum mati. Saat ini, mereka dilindungi sebagai Monumen Alam, dan dihormati sebagai hewan suci di Nara.

Jadi kita para pendatang pun harus turut menghormati rusa-rusa itu. Cara kita ikut menyayangi si rusa salah satunya dengan memberi makan rusa dengan makanan khusus yang sudah ditentukan. Yaitu semacam roti kering yang katanya dinamai Rusa “shika senbei.” Roti ini dijual di sekitar Taman Nara, oleh para pedagang. Satu paket roti kering ini dihargai 20 yen, berisi 10 lembar roti kering.

Para rusa itu sangat suka dengan shika senbei ini. Mereka tahu kalau kita punya makanan itu, dan kita akan segera dikerubuti rusa-rusa untuk meminta makanan. Ini adalah satu-satunya makanan yang boleh kita berikan pada rusa di sana. Dilarang memberikan makanan selain roti kering ini. Rusa ini sangat baik karena mereka tidak menganggu kita. Apabila mereka diberi makan, mereka akan sangat penurut. Tapi perlu hati-hati juga karena rusa ini jika melihat roti shika senbei akan tidak sabar untuk memakannya. Bermain-main dengan rusa, seakan kembali ke masa kecil saya yang sangat membahagiakan.

Todaiji-Temple

Tempat yang kami kunjungi selain taman Nara dengan banyak rusa, adalah Todaiji-temple. Kuil yang sudah berumur ribuan tahun ini masih kokoh berdiri dan merupakan kuil Budha terbesar di kota Nara. Kayu-kayu yang menjadi penyangga terlihat sangat kokoh. Bagaimana tidak? kuil ini sudah berdiri sejak abad ke-8.

Sebelum masuk ke dalam are kuil, kita disambut gerbang besar yang sangat artistik. Di area kuil ini juga ada rusa liar, meskipun tidak sebanyak di taman Nara. Di sekitar kuil terdapat kolam luas yang menjadikan kuil Todaiji ini terasa sejuk dan tenang karena ada elemen air yang di jaga.

Selain menikmati taman dan kuil jangan lupa juga untuk menikmati kuliner di kota Nara, banyak jajanan khas Jepang selain mochi yang dijajakan di sini. Saya mencicipi es krim cherry blossoms yang rasanya harum, manis ada mint-mintnya.

Jika anda ingin menyepi dari hiruk pikuk kota besar di Jepang, saya kira Nara salah satu tempat yang cocok. Demikian perjalanan saya dan suami di kota Nara.

Pengen tahun ada apalagi di negeri Jepang? ikuti terus cerita perjalanan saya jelajah negeri Sakura.

Foto: Dokumentasi pribadi

 

Ditulis oleh: Zakiyah Darojah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas