Jelajah Kota Tokyo, Part 3

Halo teman-teman… kita lanjutkan lagi yuk cerita perjalanan ke Tokyo, Jepang. Bisa dilihat catatan sebelumnya part 1, di sini atau part 2 di sini .

Ngebolang saya selanjutnya di kota Tokyo adalah mengunjungi Asakusa, Sensoji temple dan Shibuya.

Shibuya scramble crossing. Foto dokumentasi pribadi

Asakusa

Asakusa adalah tempat yang wajib dikunjungi saat melancong di kota Tokyo Jepang. Asakusa terkenal dengan pesona sejarahnya. Tempat berkumpulnya wisatawan asing dari seluruh dunia. Memasuki Asakusa, terasa sekali suasana tradisional Jepangnya.

Di sini terdapat Sensoji temple yang banyak dikunjungi orang-orang dari berbagai belahan dunia. Terkenal dengan lampion merahnya yang dicari banyak orang untuk berfoto. Konon ada 9 lampion merah yang terdapat di kuil ini. Di sini juga sering diadakan berbagai macam festival.
.
Sepanjang arah menuju temple ada nakamise street yang banyak menjual merchandise khas Jepang dan juga makanan Jepang. Wajib mencoba jajanan khas Jepang dan membeli oleh-oleh yang Jepang banget di sini. Karena ini tempat wisata utama, pastinya Asakusa selalu padat dengan para wisatawan.
.
Sensoji Temple
Sensoji temple adalah kuil tertua di Tokyo, dan salah satu yang paling penting. Kuil yang didirikan sejak abad ke-6 ini kerap juga disebut sebagai Kuil Kannon Asakusa. Berdiri di tengah-tengah bangunan pencakar langit Tokyo. Kuil ini menjadi wisata sejarah yang lestari hingga sekarang. Di sini kita bisa menikmati suasana tradisional Jepang di tengah modernisasi Tokyo yang keren.
.
Ciri khas kuil ini terdapat lampion raksasa merah yang menyambut para tamu yang datang. Warna merah menyala kuil Sensoji ini membuat kuil ini mudah dikenali, dan banyak sekali spot foto yang menarik di sini. Sayangnya pas kami datang, gerimis turun mengguyur, sehingga kami tidak bisa eksplore lebih lama.
.
Shibuya
Semua distrik di Tokyo ini ramai, tetapi Shibuya menjadi tempat tersibuk dan teramai di Tokyo. Shibuya scramble crossing menjadi tempat paling dicari oleh para pelancong, sekedar untuk berfoto di simpangan tersibuk di dunia ini. Setiap detik persimpangan jalan ini dilewati oleh ratusan orang. Apalagi jika pagi hari saat jam berangkat kerja dan sore hari saat jam pulang kerja. Tetapi semakin malam, Shibuya ini justru semakin ramai.
.
Di sini merupakan pusat bisnis, jadi wajar jika sangat ramai. Di sini juga ada Shibuya sky tower untuk melihat kesibukan kota Tokyo dari Shibuya. Naik ke tower ini lebih bagus jika malam hari. Dan pastinya antri panjang. Jika mau naik, disarankan membeli tiket secara online jauh-jauh hari.
Di sini juga terdapat Hachiko statue yang terkenal itu. Untuk berfoto dengan Haschiko perlu mengantri lumayan panjang. Sudah tahu tentang kisah Hachiko?
.
Jadi pada tahun 1920-an, profesor Hidesaburo Ueno mengadopsi seekor anjing yang ia beri nama Hachiko. Hachiko berasal dari kata hachi yang merujuk pada angka delapan yang dalam bahasa Jepang memiliki simbol keberuntungan. Hubungan antara Hachiko dan tuannya pun terjalin sangat erat.
Profesor Ueno tinggal di kota Shibuya dan bekerja sebagai dosen di universitas Tokyo. Jadi setiap hari ia pergi ke universitas dengan menggunakan kereta melalui stasiun kereta Shibuya.
.
Hachiko setiap hari mengantar tuannya ke stasiun, dan tanpa merasa lelah dia menunggu tanpa beranjak sedikit pun dari tempatnya, hingga tuannya selesai mengajar di sore hari.
.
Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko, mengantar, menunggu dan pulang bersama prof Ueno.
Hingga suatu hari, prof. Ueno meninggal mendadak saat mengajar di universitas. Dan ia tidak pernah kembali ke stasiun Shibuya dimana Hachiko menunggu. Hachiko yang tidak tahu tuannya telah meninggal, tetap setia menunggu di stasiun.
.
Siang malam, hujan terik tidak menggoyahkan kesetiaan Hachiko menunggu tuannya. Bahkan perombakan total stasiun Shibuya, juga tidak mematahkan semangat Hachiko. Untungnya ia seringkali diberi makan oleh warga setempat yang melihatnya.
.
Hingga tiga tahun lamanya, Hachiko tetap setia menunggu di stasiun Shibuya. Karena merasa kasihan, Hachiko sempat diadopsi oleh beberapa orang. Tetapi karena rumah tuan barunya jauh dari stasiun Shibuya, Hachiko selalu memiliki cara untuk melarikan diri kembali ke stasiun.
.
Kurang lebih 10 tahun lamanya, Hachiko setia menunggu prof. Ueno di stasiun Shibuya. Hingga akhirnya didapati, Hachiko meninggal di stasiun itu.
.
Untuk mengenang kisah Hachiko pemerintah setempat membuat patung memorial Hachiko di dekat stasiun Shibuya, bahkan memasukkan kisah kesetiaannya dalam pelajaran sekolah dasar. Kisah Hachiko juga diadopsi menjadi beberapa film yang legendaris.
.
Kurang lebih demikian kisah tentang patung Hachiko, seekor anjing yang sangat setia kepada tuannya. Meskipun ia hanya seekor hewan, tetapi darinya kita belajar tentang sebuah kesetiaan dan balas budi. Belum lengkap datang ke Sibuya jika belum mengabadikan foto bersama Hachoko statue.
.
Oh ya,di sini kami juga menemukan rumah makan Indonesia. Ahhh rasanya rindu sekali makan makanan Nusantara. Cinta Jawa Cafe nama rumah makannya. Yang sedang di Shibuya dan rindu makan makanan Indonesia, silakan mampir ke resto ini. Menunya komplit dan rasanya enak.
.
Shibuya ini memang tempat perbelanjaan, jadi cocok sekali jika mau belanja berbagai macam komoditi atau mau membeli oleh-oleh. Don Quijote, salah satu toko oleh-oleh yang terkenal. Kami menghabiskan banyak waktu di sini untuk berbelanja.
.
Menjelajahi kota Tokyo seakan tidak ada habisnya. Meskipun kami sudah berhari-hari di Tokyo, tetapi masih banyak tempat yang belum kami kunjungi. Desney Land Tokyo, Desney Sea, dan lainnya masih banyak tempat yang belum terjelajahi. Semoga ada kesempatan lain untuk kembali jalan-jalan ke Jepang dengan destinasi yang berbeda.
.
Demikian cerita saya menjelajahi kota Tokyo. Dan ini adalah part terakhir tentang perjalanan kami di Jepang. Untuk teman-teman yang bermimpi melancong ke Jepang, semoga cerita perjalanan saya menginspirasi dan silakan dicatat tempat-tempat yang menurut teman-teman menarik.
.
traveling bukan sekedar jalan-jalan. Tetapi setiap perjalanan selalu membawa pelajaran.
.
Ditulis oleh: Zakiyah Darojah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas