Move In Dulu, Baru Move On

Seringkali kita mendengar ataupun mengatakan “move on dooong” “move on dooong”, mengomentari diri kita sendiri atau seseorang agar segera “pindah”. Maksudnya pindah dari situasi yang tidak mengenakkan ke situasi baru yang lebih baik. Entah itu pengalaman pahit dalam hubungan cinta, pekerjaan, usaha, lingkungan atau kenangan buruk lainnya di masa lalu.

Namun, seperti kita ketahui bahwa move on tidak semudah mengatakannya. Bagi yang sedang mengalami gejolak pengalaman buruk itu, move on tidaklah semudah pindah tempat duduk. Kadang butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun tahun.

Kenapa demikian? Barangkali karena kita tidak paham, move on itu yang bagaimana? akhirnya tidak keburu move on. Malah terus saja berkutat pada kegalauan yang sama berkepanjangan.

Seorang guru saya bertutur, kegagalan move on terjadi karena seharusnya orang itu move in dulu baru bisa move on. Maksudnya, yang di dalam batin kita dulu yang di pindah kondisinya. Dari yang nggak nyaman, menjadi nyaman. Selama yang di dalam tidak berubah, maka move on akan menjadi mustahil.

Adanya pandemi ini adalah berkah. Karena kita semua seakan dipaksa untuk banyak diam di dalam rumah. Diam untuk apa? untuk mencerna gejolak-gejolak di dalam batin kita masing-masing. Inilah move in. Yaitu memindahkan kondisi batin kita yang tadinya galau, marah,  cemas, takut, dan lain-lain untuk bisa bergeser ke rasa yang lebih nyaman. Sabar, menerima, tenang, dan lain-lain. Inilah fungsinya diam, yaitu untuk memberikan jeda kepada batin kita agar bisa move in.

Kita biasanya sibuk sekali. Pikiran kita, batin kita, mulut kita, jari jemari kita. Sibuk dengan mengomentari dunia di luar diri kita. Sampai-sampai dunia di dalam diri kita terabaikan. Nah, di masa pandemi ini, banyak juga yang belum sadar bahwa inilah masanya move in. Tuhan sudah memberikan kesempatan yang panjang ini, untuk kita move in.

Move in, rasakan pergolakan di dalam diri kita, akui, terima dan lepaskan. Pahami tubuh kita, pahami pikiran kita, pahami batin kita. Mereka semua berbicara kepada kita selama ini, tapi kita tidak menghiraukannya. Mereka butuh perhatian kita, mereka tahu kita harus apa dan bagaimana. Mereka tahu yang terbaik untuk kita.

Pedulikan mereka, pedulikan seluruh komponen di dalam diri kita. Dan dunia luar pun akan mudah dilalui. Move on akan menjadi lebih mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas