Menu Pilihan

Zakiyah Darojah

Love, Joy, Peace & Blessed

Work Life Balance

Materi ke 4 di kelas inkubasi MIRACEL, ibu Asik, Ibu Pemhabaru bekerjasama dengan Asoka Foundation kali ini adalah bagaimana menjadi ibu Work Life Balance. Materi ini diberikan oleh mbak dr. Fatkhauli.

Pertanyaan penting pertama untuk kita sebagai ibu adalah apakah kita sudah work life balance, baik pekerjaan di dalam rumah maupun pekerjaan di ranah publik? juga apakah lahir dan batin kita sudah balance juga?

Work life balance, artinya: suatu keadaan di mana seseorang dapat mengatur dan membagi antara tanggung jawab pekerjaan, kehidupan keluarga dan tanggung jawab lainnya.

Menurut Forbes bagi generasi millenial work life balance berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memenuhi gaya hidup melalui pekerjaan yang dilakukan.

3 Aspek Work Life Balance

  1. Work time, waktu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat sesuai tanggung jawab.
  2. Sosial Time, waktu bersosialisasi dengan pasangan, keluarga dan teman.
  3. Me time, waktu untuk diri sendiri atau melakukan hobi.

Faktor yang mempengaruhi work life balance, menurut The Handbook of work and Health Psychologi karya Marc J Schabarcq, Jacques A.M. Winnubst dan Carry, meliputi;

  1. Karakteristik Kepribadian
  2. Karakteristik Keluarga
  3. Karakterstik Pekerjaan
  4. Sikap

4 Cara Work Life Balance

  1. Manajemen Waktu

Afirmasi posistif/selftalk positif. Contoh: saya sangat baik dalam manajemen waktu, saya sudah memiliki manajemen yang seimbang dalam hidup.

Memvisualisasikan manajemen waktu.

2. Minta Bantuan

Minta bantuan pada pasangan, tenaga pekerja, mencurahkan kepenatan lewat tulisan atau teman sharing.

3. Berani Berkata Tidak

Berani berkata tidak jika sudah memiliki jadwal agar bisa fokus menyelesaikan pekerjaan.

Heaelthy Boundaries adalah menyadari kapasitas emosional mental dan fisik kita, disertai komunikasi yang jelas (asertif) dan juga bisa menerima batasan orang lain.

4. Mindfulness (Breathing, walking)

Fakta menunjukkan 50% waktu kita habis untuk hal yang sia-sia, salah satunya untuk bermain sosial media. Cara mengatasinya:

  1. Tetapkan jadwal dan batasi penggunaan gadget.
  2. Fokus pada info yang dibutuhkan saja.
  3. Sekali-kali lakukan PUASA media sosial.

Tips Bahagia Menjalani Work Life Balance

  1. Sadari amanah diri (sebagai istri, ibu, pekerja di ranah publik)
  2. Fokus hanya menuju rida Allah
  3. Gapailah tujuan dengan hati yang taat dan sakinah

Manfaat Work Life Balance:

  1. meningkatkan Poduktifitas
  2. mencegas stres (sehat jasmani dan rohani)
  3. Meningkatkan hubungan yang lebih baik dengan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar
  4. Memiliki hidup yang meaningfull/bermakna.

Setelah mencerna materi dari mbak dr. Khauli, alhamdulillah pelajaran ini sudah lama saya terapkan sehingga saya mudah untuk memahami materi ini karena memang sudah mempraktikan sedari lam.

Bagi saya sendiri untuk mencapai work life balance itu musti meliputi 8 aspek hidup. Yaitu:

  1. Spiritual.
  2. Kesehatan
  3. Family /keluarga
  4. Sosial
  5. Karier
  6. Pengembangan diri
  7. keuangan
  8. Relaksasi dan hiburan

Seperti yang sudah pernah saya buat untuk tahun ini, 8 aspek sisi hidup yang ingin saya perkuat adalah seperti gambar berikut ini.

Semoga apa yang saya pelajari, dan apa yang sudah saya niatkan, berjalan lancar. Dan untuk para pembaca, semoga mendapatkan insight dari coretan saya ini 😊

 

Work Life Balance

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas