Pernikahan memang selalu menarik untuk diperbincangkan. Karena salah satu masalah terbesar dalam perjalanan manusia ya di dalam hidup berumah tangga. Dan ketika saya menyelami kehidupan saya sendiri dalam pernikahan saya, dan juga mengamati pernikahan orang-orang baik yang masih bermasalah, maupun yang sudah lulus dan hidup lebih harmonis dengan pasangannya, ada satu hal yang memang sulit sekali diatasi. Barangsiapa bisa mengatasi satu masalah terbesar ini, insyaAllah lulus dalam menjalani hidup berumah tangga.
Apa itu, masalah terbesar yang dihadapi suami-istri?
Menerima kekurangan pasangannya.
Ya, menerima kekurangan pasangan merupakan hal tersulit bagi masing-masing pasangan. Saya pun dulu demikian. Sepertinya yang terlihat jelas di mata saya adalah kekurangan suami saya saja, dan sulit sekali menerima itu. Kebaikan suami bisa saya terima tetapi kekurangannya ingin rasanya segera saya ubah dan saya perbaiki menurt kebenaran versi saya. Kekurangan pasangan kita saat belum bisa kita terima, bisa menutup semua kebaikan dan kelebihan pasangan di mata kita. Dan itu yang menjadi gesekan tiada berkesudahan.
Kenapa kita begitu sulit menerima kekurangan pasangan kita?
Pertama, karena kita tidak memposisikan diri ada di posisi dia.
Kedua, kita merasa tidak punya kekurangan sehingga seolah berhak untuk menuntut perbaikan dari pasangan kita.
Maka, solusinya bagaimana?
-
Posisikan Diri Ada di Posisi Pasangan.
Ketika kita sulit sekali menerima kekurangan suami atau istri kita, coba posisikan diri kita di posisi suami atau istri kita. Bagaimana si, ketika jadi dia? mungkin saat kita jadi istri, melihat banyak sekali kekurangan di suami. Maka coba rasakan jadi suami kita. Ia lahir dari keluarga bagaimana? didikan orang tuanya bagaimana? proses dia tumbuh dan besar bagaimana? bagaimana pekerjaannya? Kalau saya menjadi dia, bagaiman? Kalau saya memiliki kekurangan seperti yang ada dalam dirinya bagaimana? dan sebagainya, dari situ kita akan bisa memahami mengapa suami kita menjadi sosok yang seperti saat ini.
Demikian pun suami, ketika anda melihat banyak sekali kekurangan istri, coba posisikan diri anda menjadi istri anda. Anda akan lebih mudah memahami, mengapa istri anda memiliki banyak kekurangan seperti yang anda lihat sekarang?
2. Jika Pasangan Kita Punya Kekurangan, Kita pun Sama.
Biasanya saat kita melihat besarnya kekurangan pasangan kita, yang ingin sekali kita ubah atau kita menuntut pasangan kita berubah, kita lupa bahwa di lain sisi kita pun juga punya banyak kekurangan. Jadi, sebelum menuntut pasangan mengubah kekurangan-kekurangannya sadarilah bahwa kita juga punya banyak kekurangan. Sehingga kita tidak sibuk ingin memperbaiki pasangan kita, tetapi kita lebih sibuk membenahi diri kita sendiri. Jika sudah begini, kekurangan pasangan akan mudah kita maklumi dan tidak jadi masalah besar buat kita.
Dengan dua hal tersebut, mudah-mudahan kita tidak lagi merasa berat menanggung kekurangan pasangan kita yang menjadi masalah besar dalam hidup kita. Proses ini memang tidak mudah, perlu kesadaran yang dibangun setiap hari sehingga kesadaran kita semakin luas. Ketika kita sudah bisa menerima kekurangannya, yang menjadi masalah terbesar dalam hidup berumah tangga insyaAllah akan semakin memudar dan pada akhirnya bukan lagi menjadi masalah buat kita. Karena kita sudah tulus ikhlas menerimanya.
Dokumentasi pribadi
Ditulis oleh: Zakiyah Darojah
