zakiyahdarojah.com

Identifikasi Masalah Menggunakan Metode Starbursting

Starbursting adalah salah satu metode untuk mendalami masalah yang kita hadapi. Sehingga kita tidak hanya fokus pada masalahnya apa? Tetapi jauh lebih memahami tentang masalah kita sebenarnya apa?

Materi pertama di Permata Hati adalah bagaimana kita memahami masalah kita dari akarnya. Dengan menggunakan metode starbursting, kita bisa lebih bisa memahami masalah kita.

Mengapa memahami masalah kita ini penting? Karena kadangkala kita hanya fokus pada masalah yang tampak. Padahal bisa jadi masalah yang tidak tampak itu jauh lebih besar. Seperti fenomena gunung es. Yang tampak hanyalah akibat dari yang tidak tampak.

Dengan memahami masalah kita dari akarnya, kita jadi mampu menerima dan mencintai masalah kita. Menerima dan mencintai masalah, adalah separuh dari  solusi masalah kita. Dan saya mengambil satu maslah yang saya hadapi saat ini, yaitu iktiar menjadi ibu atau ikhtiar memiliki anak.

 

 

💖 WHERE

  1. Dimana kamu menjalani program hamil selama ini?

Medis ⏩ rumah sakit (dokter spesialis kandungan dan infertilitas dan dokter spesialis andrologi)

Non medis: Tukang pijat kesuburan, akupuntur, refleksi, terapis herbal.

  1. Dimana tempat yang membuatmu paling nyaman dan bahagia?

Di rumah dan tempat-tempat di mana aku bisa refreshing atau berkarya

  1. Dimana tempat favoritmu dan suami saat lagi badmood?

Rumah makan. Kulineran bareng.

  1. Dimana kamu berkonsultasi tentang rencana program hamil?

Saat ini belum progmil lagi. Terakhir 3 tahun yang lalu

  1. Dimana kamu mencurahkan tantangan hidup ini?

Jarang mencurahkan. Paling dengan suami. Tantangan ini lebih membawa saya untuk refleksi diri.

  1. Dimana tempatmu mencari pertolongan saat diketahui penyebab susah hamil?

Kepada Allah, karena menurut dokter kemungkinan kami bisa hamil 3 % saja. Jadi benarbbenar membuat kami hanya bisa pasrah pada Allah. Meski bukan berarti menyerah dna putus asa.

  1. Dimana kamu bisa mencari ilmu tentang penerimaan diri sebagai pejuang buah hati?

Belajar pada guru guru bijak tentang kehidupan. Belajar juga via youtube membaca buku-buku, ikut seminar dan pelatihan-pelatihan/training dan retreat.

  1. Dimana kamu memperoleh referensi untuk mempersiapkan kehamilan dengan bahagia?

Referensi dari buku-buku tentang persiapan kehamilan, IG, google, dan para ahli

 

💖 WHEN

  1. Kapan kamu berharap pengen punya anak?

❤️ Saat pertama kali menikah. Menjadi istri dan sekaligus ibu, adalah dambaan sebagian besar wanita. Demikian pun saya.

  1. Kapan kamu mulai berhenti berdoa untuk punya anak?

❤️ Belum berhenti. Sampai saat ini masih berdoa, meski dengan kepsrahan yang lebih tinggi dibanding sebelumnya. Tetap berdoa, tetapi tidak sakit hati ketika belum terkabul.

  1. Kapan kamu mulai kecewa karena takdir ini?

❤️ Saya tidak kecewa, tetapi dulu saya menyalahkan suami atas taqdir ini. Bukan karena kondisi suami, tetapi karena sulitnya suami diajak kerjasama untuk berikhtiar bersama. Tetapi alhamdulillah sekarang semakin membaik, jadi saya bisa menjalani taqdir ini dengan bahagia karena semakin baik komunikasi dengan suami, dan kami pun semakin kompak. Meski belum punya anak, kami menikmati masa masa ini dengan kebahagiaan.

  1. Kapan kamu mulai bisa berharap dengan tulus lagi untuk bisa punya anak?

❤️ Sekarang, pas dengan program di kelas bunda saliha, dengan PD saya ambil permasalahan ini, berniat menjadi ikhtiar tulus untuk progmil lagi, namun juga siap jika belum berhasil. Yang utama, diupayakan dengan lebih sungguh sungguh dan konsisten.

  1. Kapan kamu merasa sedih dan down sebagai pejuang buah hati?

❤️ Saat datang bulan dan suami acuh dengan harapan saya untuk memiliki anak.

  1. Kapan kamu akan mempersiapkan kehamilan dengan lebih baik lagi?

❤️ Sekarang, dengan kerjasama dengan suami untuk mempersiapkan apa-apa yang mau dilakukan bersama dan juga mencari sumber referensi dari para ahli.

  1. Kapan kamu belajar mencintai dirimu apa adanya dan mensyukuri apa yang sudah kamu punya?

❤️ Alhamdulillah, sejak beberapa tahun lalu, belajar dan mencoba mengamalkan self love dan mendalami lagi apa arti hidup saya ini.

  1. Kapan kamu mulai menjalankan pola hidup sehat untuk hamil?

❤️ Sejak dulu berniat untuk menjalankan pola hidup sehat, tetapi kurang konsisten. Bismillahirrahmanirrahim mulai sekarang konsisten menjalankan pola hidup sehat. Dari makanan hingga ke olah fisik (olah raga)

  1. Kapan kamu mulai berdamai menerima takdir, terus ikhtiar namun tidak menyalahkan diri sendiri, dan lebih tawakal? 

❤️Sejak diketahui suami ada gangguan di sistem reproduksi setelah periksa ke dr.  androlog, dan dia cukup down. Jika dibalik kondisinya, saya yang bermasalah, pastilah saya yang down merasa bersalah, merasa tidak berharga, malu dll. Oleh karena itu saya belajar untuk menerima suami apa adanya. Sebagaimana dia juga menerima saya apa adanya.

 

💖 WHAT

  1. Apa yang menyebabkan belum hamil? 

❤️Secara medis karena ada masalah di bagian reproduksi suami. Secara psikis, mungkin kami belum benar-benar siap memiliki anak.

  1. Apa kesehatanku atau suami secara medis mendukung untuk hamil?

❤️Secara medis, ada yang perlu dibenahi pada sel sperma suami.

  1. Apa yang sudah dilakukan untuk mendukung kehamilan?

❤️Berikhtiar secara medis dan non medis, juga secara spiritual berdoa dengan sungguh-sungguh.

  1. Apakah benar-benar ingin punya anak? 

❤️Iya, benar-benar ingin.

  1. Apakah sudah siap jadi orang tua?

❤️Sepertinya belum 100%. Masih ada PR di manajemen waktu, belajar menjadi seorang ibu yang punya anak dalam membagi waktu.

  1. Apa perasaanku jika seumur hidup tidak dikaruniai anak?

❤️Mungkin ada sedikit kesedihan, namun tidak apa-apa jika Allah memang mentaqdirkan saya dan suami tidak memiliki anak di dunia ini. Karena hidup saya sak dermo nglampahi titahnya Allah semata. Meski demikian, ikhtiar tetap dijalankan, karena saya tidak tahu takdir saya sampai nafas berhenti nanti.

  1. Apa yang membuat kamu sedih dan down sebagai pejuang buah hati?

❤️Komunikasi yang tidak lancar dengan suami. Setelah lancar, meski banyak omongan orang, tidak menganggu emosi saya.

  1. Apa kamu merasa bahwa ikhtiar kehamilan yang kamu lakukan sudah maksimal?

❤️Secara batiniah mungkin sudah. Tetapi secara lahriah belum. Karena setelah pemeriksaan ke dokter terakhir suami jadi down, maka saya memiliih untuk selow saja. Yang utama saya dan suami tetap happy. Itu yang penting buat kami. Jadi jangan sampai ikhtiar hamil membuat saya dan suami stress.

  1. Apa saja langkah yang kamu ambil guna mempersiapkan kehamilan dengan lebih baik lagi?

❤️Manajeman emosi, belajar tentang kehamilan dan melahirkan, pola hidup sehat, belajar ikhlas dan pasrah 

  1. Apa saja yang sudah pernah dilakukan untuk mewujudkan memiliki anak?

❤️Periksa ke dokter, penyembuhan alternatif, meminum herbal untuk hamil dll

  1. Apakah kamu yakin bisa hamil?

❤️ InsyaAllah yakin dengan izin Allah.

  1. Apa yang kamu lakukan pertama kali saat kamu dinyatakan hamil?

❤️Sujud syukur dan sedekah.

  1. Apakah kamu bahagia meski belum memiliki anak?

❤️ Alhamdulillah bahagia. Mungkin karen sudah 10 tahun kami berproses. Jadi kami sudah lebih enjoy menghadapi tantangan hidup ini.

  1. Apa yang kamu lakukan setiap kali mengalami kegagalan progmil?

❤️Berbaiksangka sama Allah

  1. Apa yang membuat kamu pengen punya anak?

❤️Karena aku dan suami merindukan memiliki buah cinta kami.

  1. Apa yang kamu harapkan ketika punya anak?

❤️Karena anak adalah amanah dan dia adalah bagian dari diri saya dan suami. Saya tidak mengharapkan apa-apa padanya. Justru saya dan suami yang berniat memberikan cinta dan kasih sayang yang kami punya untuknya, duhai anakku 😍

  1. Apakah kamu takut untuk punya anak? Pengen tapi takut?

❤️Tidak. Tetapi sepertinya suami masih sedikit ada rasa takut. Karena masa kecilnya yang tidak bahagia, jadinya takut jika nanti tidak bisa membahagiakan anak.

  1. Apakah kamu masih ada denial tentang rasa sedih dan kecewa belum punya anak?

❤️ InsyaAllah enggak. Kalau dikash alhamdulillah, kalau belum ya nggak papa.

  1. Apa yang bisa kamu sharing tentang progmil?

❤️ Terkait penerimaan diri. Karena progmil bukan hanya bagaimana punya anak, tetapi juga bagaimana jika belum berhasil punya anak.

 

💖 HOW

  1. Bagaimana caranya punya anak?

❤️Ikhtiar lahir dan batin

  1. Bagaimana sikap dan hubunganmu dengan suami dan keluarga suami?

❤️ Alhamdulillah baik, karena kami sudah berproses 10 tahun. Dari mulai awal-aeal tahun pernikahan banyak berselisih paham, alhamdulillah sekarang semakin membaik. Tuntutan dr keluarga suami pun sudah tdk tinggi saat ini.

  1. Bagaimana kamu menyikapi keadaanmu saat ini? Bagaimana caramu menerima kondisi ini dengan baik?

❤️Mencintai diri, menerima diri, mencintai nasib, menerima suami, tetap berprasangka baik sama Allah

  1. Bagaimana perasaanmu ketika ditanya, “kenapa belum hamil?” Atau “kapan hami?”

❤️Sekarang saya jawab, “doa restunya saja ya” dengan senyum sumringah. Karena saya yakin yang bertanya itu, belum tentu memiliki kehidupan yang lebih bahagia daripada saya, meskipun dia mungkin sudah punya anak. Karena banyak saya temui, mereka yang sudah punya anak ternyata juga masih mengeluh dan menderita pada hal-hal lain. Jadi saya yang belum punya anak, kenapa harus dibuat menderita oleh mereka yang sesungguhnya juga sedang menderita?😀

  1. Bagaimana jika progmilmu berhasil dan kamu hamil?

❤️ Alhamdulillah, itu keajaiban yang luar biasa. Karunia besar daei Allah.

  1. Bagaimana kamu mengatasi perasaanmu saat ini? Bagaimana emosimu dengan keadaan sekarang? 

Bagaimana penerimaan dirimu karena sampai saat ini belum memiliki anak?

❤️Belajar lebih dalam lagi tentang hidup, taqdir, jatah hidup dll, alhamdulillah memudahkan saya untuk menerima ketentuan Allah🤗

  1. Bagaimana perasaanmu dan pasanganmu dengan kondisi saat ini?

❤️ Alhamdulillah kami bahagia. Meski belum punya anak, kami memanfaatkan waktu berdua ini untuk lebih banyak mencurahkan kasih sayang.

  1. Bagaimana kamu akan menghadapi ketakutanmu untuk punya anak?

❤️Self healing, barangkali ada trauma di masa lalu yang menyebabkan saya takut hamil.

  1. Bagaimana kalo kamu tidak akan punya anak?

❤️Saya tidak mau mendahuli taqdir, karena saya tidak tahu taqdir saya sampai akhir hayat, oleh karena itu, saya masih berharap memiliki anak. Namun jika Allah berkehendak saya dan suami tidak memiliki anak, ya tidak apa apa. Kami akan habiskan sisa umur kami berdua atau suatu saat mungkin tergerak untuk mengadopsi anak.

  1. Bagaimana perasaanmu ketika mendengar temanmu ada yang hamil atau melahirkan?

❤️Turut bahagia dan mendoakan pastinya. Kalau itu teman dekat, akan saya beri kado.

  1. Bagaimana sikap orang lain ke kamu tentang kondisi kamu tidak ada anak ini?

❤️ Kalau keluarga, sepertinya turut mendoakn agar kami segera punya momongan. Kalau orang lain mungkin merasa prihatin ya, atau ada yang cuek juga karena merasa itu bukan urusan mereka.

  1. Bagaimana kamu bersikap ke orang lain tentang kondisi kamu tidak punya anak ini?

❤️Santai saja

  1. Bagaimana cara kamu bangkit sebagai pejuang buah hati?

❤️Khusnudzon pada Allah, mencintai jalan nasib hidup saya.

  1. Bagaimana cara kamu untuk bersemangat seandainya ikhtiar kamu belum menunjukkan hasil yang diharapkan?

❤️Tawakkal kepada Allah

 

💖 WHO

  1. Siapa orang yang selalu peduli, mendoakan, membantu ikhtiar, membuatmu nyaman dan support usahamu selama ini?

➡️Keluarga saya.

  1. Siapa orang yang paling menghakimimu atas kebelum sempurnaan mu, sehingga mempengaruhi kamu menjadi bad mood/tidak nyaman sebagai pejuang buah hati?

➡️Mertua saat itu, alhamdulillah sekarang sudah enggak.

  1. Siapa orang yang paling bahagia saat kamu berhasil nanti?

➡️suami dan mertua

  1. Siapa orang pertama yang akan kamu beri tahu saat kamu hamil nanti?

➡️suami

  1. Siapa orang yang perkataannya paling menyakitkan yang tidak bisa kamu lupakan sampai saat ini?

➡️Mertua, tetapi alhamdulillah sudah bisa memaafkannya setelah sikapnya berubah setelah tahu yang ada masalah kesehatan adalah suami saya(anaknya) bukan saya.

  1. Siapa yang kamu percaya/ingin datangi untuk konsultasi tentang kehamilan sekaligus memperbaiki kualitas kesehatan serta spiritualmu sehingga menyelesaikan kegelisahanmu?
  1. ➡️Medis ⏩ Bidan Yessy, hypnobirthing
  2. Non Medis / alternatif ⏩Tukang pijat (perut, refleksi, syaraf), tukang  jamu dan herbal, pak kiyai (spiritualis)
  3. Suami sebagai partner progmil
  1. Siapa yang akan kamu ajak kerjasama dan berbagi rasa untuk menghadapi serta menyelesaikan masalah ini?

➡️suami, tim permata hati🤗

  1. Siapa yang membuatmu takut punya anak?

➡️Tidak ada

  1. Siapa yang memaksamu untuk punya anak?

➡️Mungkin diriku sendiri yang ingin memiliki keturunan

  1. Siapa yang kamu harapkan benar-benar support dan mengerti keadaanmu?

➡️Suami

 

💖 WHERE

  1. Dimana kamu menjalani program hamil selama ini?

 

Medis ⏩ rumah sakit (dokter spesialis kandungan dan infertilitas dan dokter spesialis andrologi)

Non medis: Tukang pijat kesuburan, akupuntur, refleksi, terapis herbal.

  1. Dimana tempat yang membuatmu paling nyaman dan bahagia?

Di rumah dan tempat-tempat di mana aku bisa refreshing atau berkarya

  1. Dimana tempat favoritmu dan suami saat lagi badmood?

Rumah makan. Kulineran bareng.

  1. Dimana kamu berkonsultasi tentang rencana program hamil?

Saat ini belum progmil lagi. Terakhir 3 tahun yang lalu

  1. Dimana kamu mencurahkan tantangan hidup ini?

Jarang mencurahkan. Paling dengan suami. Tantangan ini lebih membawa saya untuk refleksi diri.

6. Dimana tempatmu mencari pertolongan saat diketahui penyebab susah hamil?

Kepada Allah, karena menurut dokter kemungkinan kami bisa hamil 3 % saja. Jadi benarbbenar membuat kami hanya bisa pasrah pada Allah. Meski bukan berarti menyerah dna putus asa.

  1. Dimana kamu bisa mencari ilmu tentang penerimaan diri sebagai pejuang buah hati?

Belajar pada guru guru bijak tentang kehidupan. Belajar juga via youtube membaca buku-buku, ikut seminar dan pelatihan-pelatihan/training dan retreat.

  1. Dimana kamu memperoleh referensi untuk mempersiapkan kehamilan dengan bahagia?

Referensi dari buku-buku tentang persiapan kehamilan, IG, google, dan para ahli

 

💖 WHEN

1. Kapan kamu berharap pengen punya anak?

❤️ Saat pertama kali menikah. Menjadi istri dan sekaligus ibu, adalah dambaan sebagian besar wanita. Demikian pun saya.

2. Kapan kamu mulai berhenti berdoa untuk punya anak?

❤️ Belum berhenti. Sampai saat ini masih berdoa, meski dengan kepsrahan yang lebih tinggi dibanding sebelumnya. Tetap berdoa, tetapi tidak sakit hati ketika belum terkabul.

3. Kapan kamu mulai kecewa karena takdir ini?

❤️ Saya tidak kecewa, tetapi dulu saya menyalahkan suami atas taqdir ini. Bukan karena kondisi suami, tetapi karena sulitnya suami diajak kerjasama untuk berikhtiar bersama. Tetapi alhamdulillah sekarang semakin membaik, jadi saya bisa menjalani taqdir ini dengan bahagia karena semakin baik komunikasi dengan suami, dan kami pun semakin kompak. Meski belum punya anak, kami menikmati masa masa ini dengan kebahagiaan.

4. Kapan kamu mulai bisa berharap dengan tulus lagi untuk bisa punya anak?

❤️ Sekarang, pas dengan program di kelas bunda saliha, dengan PD saya ambil permasalahan ini, berniat menjadi ikhtiar tulus untuk progmil lagi, namun juga siap jika belum berhasil. Yang utama, diupayakan dengan lebih sungguh sungguh dan konsisten.

5. Kapan kamu merasa sedih dan down sebagai pejuang buah hati?

❤️ Saat datang bulan dan suami acuh dengan harapan saya untuk memiliki anak.

 

6. Kapan kamu akan mempersiapkan kehamilan dengan lebih baik lagi?

❤️ Sekarang, dengan kerjasama dengan suami untuk mempersiapkan apa-apa yang mau dilakukan bersama dan juga mencari sumber referensi dari para ahli.

 

7. Kapan kamu belajar mencintai dirimu apa adanya dan mensyukuri apa yang sudah kamu punya?

❤️ Alhamdulillah, sejak beberapa tahun lalu, belajar dan mencoba mengamalkan self love dan mendalami lagi apa arti hidup saya ini.

 

8. Kapan kamu mulai menjalankan pola hidup sehat untuk hamil?

❤️ Sejak dulu berniat untuk menjalankan pola hidup sehat, tetapi kurang konsisten. Bismillahirrahmanirrahim mulai sekarang konsisten menjalankan pola hidup sehat. Dari makanan hingga ke olah fisik (olah raga)

 

9. Kapan kamu mulai berdamai menerima takdir, terus ikhtiar namun tidak menyalahkan diri sendiri, dan lebih tawakal? 

❤️Sejak diketahui suami ada gangguan di sistem reproduksi setelah periksa ke dr.  androlog, dan dia cukup down. Jika dibalik kondisinya, saya yang bermasalah, pastilah saya yang down merasa bersalah, merasa tidak berharga, malu dll. Oleh karena itu saya belajar untuk menerima suami apa adanya. Sebagaimana dia juga menerima saya apa adanya.

 

💖 WHAT

 

1. Apa yang menyebabkan belum hamil? 

❤️Secara medis karena ada masalah di bagian reproduksi suami. Secara psikis, mungkin kami belum benar-benar siap memiliki anak.

 

2. Apa kesehatanku atau suami secara medis mendukung untuk hamil?

❤️Secara medis, ada yang perlu dibenahi pada sel sperma suami.

 

3. Apa yang sudah dilakukan untuk mendukung kehamilan?

❤️Berikhtiar secara medis dan non medis, juga secara spiritual berdoa dengan sungguh-sungguh.

 

4. Apakah benar-benar ingin punya anak? 

❤️Iya, benar-benar ingin.

 

5. Apakah sudah siap jadi orang tua?

❤️Sepertinya belum 100%. Masih ada PR di manajemen waktu, belajar menjadi seorang ibu yang punya anak dalam membagi waktu.

 

6. Apa perasaanku jika seumur hidup tidak dikaruniai anak?

❤️Mungkin ada sedikit kesedihan, namun tidak apa-apa jika Allah memang mentaqdirkan saya dan suami tidak memiliki anak di dunia ini. Karena hidup saya sak dermo nglampahi titahnya Allah semata. Meski demikian, ikhtiar tetap dijalankan, karena saya tidak tahu takdir saya sampai nafas berhenti nanti.

 

7. Apa yang membuat kamu sedih dan down sebagai pejuang buah hati?

❤️Komunikasi yang tidak lancar dengan suami. Setelah lancar, meski banyak omongan orang, tidak menganggu emosi saya.

 

8. Apa kamu merasa bahwa ikhtiar kehamilan yang kamu lakukan sudah maksimal?

❤️Secara batiniah mungkin sudah. Tetapi secara lahriah belum. Karena setelah pemeriksaan ke dokter terakhir suami jadi down, maka saya memiliih untuk selow saja. Yang utama saya dan suami tetap happy. Itu yang penting buat kami. Jadi jangan sampai ikhtiar hamil membuat saya dan suami stress.

 

9. Apa saja langkah yang kamu ambil guna mempersiapkan kehamilan dengan lebih baik lagi?

❤️Manajeman emosi, belajar tentang kehamilan dan melahirkan, pola hidup sehat, belajar ikhlas dan pasrah 

 

10. Apa saja yang sudah pernah dilakukan untuk mewujudkan memiliki anak?

❤️Periksa ke dokter, penyembuhan alternatif, meminum herbal untuk hamil dll

 

11. Apakah kamu yakin bisa hamil?

❤️ InsyaAllah yakin dengan izin Allah.

 

12. Apa yang kamu lakukan pertama kali saat kamu dinyatakan hamil?

❤️Sujud syukur dan sedekah.

 

13. Apakah kamu bahagia meski belum memiliki anak?

❤️ Alhamdulillah bahagia. Mungkin karen sudah 10 tahun kami berproses. Jadi kami sudah lebih enjoy menghadapi tantangan hidup ini.

 

14. Apa yang kamu lakukan setiap kali mengalami kegagalan progmil?

❤️Berbaiksangka sama Allah

 

15. Apa yang membuat kamu pengen punya anak?

❤️Karena aku dan suami merindukan memiliki buah cinta kami.

 

16. Apa yang kamu harapkan ketika punya anak?

❤️Karena anak adalah amanah dan dia adalah bagian dari diri saya dan suami. Saya tidak mengharapkan apa-apa padanya. Justru saya dan suami yang berniat memberikan cinta dan kasih sayang yang kami punya untuknya, duhai anakku 😍

 

17. Apakah kamu takut untuk punya anak? Pengen tapi takut?

❤️Tidak. Tetapi sepertinya suami masih sedikit ada rasa takut. Karena masa kecilnya yang tidak bahagia, jadinya takut jika nanti tidak bisa membahagiakan anak.

 

18. Apakah kamu masih ada denial tentang rasa sedih dan kecewa belum punya anak?

❤️ InsyaAllah enggak. Kalau dikash alhamdulillah, kalau belum ya nggak papa.

 

19. Apa yang bisa kamu sharing tentang progmil?

❤️ Terkait penerimaan diri. Karena progmil bukan hanya bagaimana punya anak, tetapi juga bagaimana jika belum berhasil punya anak.

 

💖 HOW

 

1. Bagaimana caranya punya anak?

❤️Ikhtiar lahir dan batin

 

2. Bagaimana sikap dan hubunganmu dengan suami dan keluarga suami?

❤️ Alhamdulillah baik, karena kami sudah berproses 10 tahun. Dari mulai awal-aeal tahun pernikahan banyak berselisih paham, alhamdulillah sekarang semakin membaik. Tuntutan dr keluarga suami pun sudah tdk tinggi saat ini.

 

3. Bagaimana kamu menyikapi keadaanmu saat ini? Bagaimana caramu menerima kondisi ini dengan baik?

❤️Mencintai diri, menerima diri, mencintai nasib, menerima suami, tetap berprasangka baik sama Allah

 

4. Bagaimana perasaanmu ketika ditanya, “kenapa belum hamil?” Atau “kapan hami?”

❤️Sekarang saya jawab, “doa restunya saja ya” dengan senyum sumringah. Karena saya yakin yang bertanya itu, belum tentu memiliki kehidupan yang lebih bahagia daripada saya, meskipun dia mungkin sudah punya anak. Karena banyak saya temui, mereka yang sudah punya anak ternyata juga masih mengeluh dan menderita pada hal-hal lain. Jadi saya yang belum punya anak, kenapa harus dibuat menderita oleh mereka yang sesungguhnya juga sedang menderita?😀

 

5. Bagaimana jika progmilmu berhasil dan kamu hamil?

❤️ Alhamdulillah, itu keajaiban yang luar biasa. Karunia besar daei Allah.

 

6. Bagaimana kamu mengatasi perasaanmu saat ini? Bagaimana emosimu dengan keadaan sekarang? 

Bagaimana penerimaan dirimu karena sampai saat ini belum memiliki anak?

❤️Belajar lebih dalam lagi tentang hidup, taqdir, jatah hidup dll, alhamdulillah memudahkan saya untuk menerima ketentuan Allah🤗

 

7. Bagaimana perasaanmu dan pasanganmu dengan kondisi saat ini?

❤️ Alhamdulillah kami bahagia. Meski belum punya anak, kami memanfaatkan waktu berdua ini untuk lebih banyak mencurahkan kasih sayang.

 

8. Bagaimana kamu akan menghadapi ketakutanmu untuk punya anak?

❤️Self healing, barangkali ada trauma di masa lalu yang menyebabkan saya takut hamil.

 

9. Bagaimana kalo kamu tidak akan punya anak?

❤️Saya tidak mau mendahuli taqdir, karena saya tidak tahu taqdir saya sampai akhir hayat, oleh karena itu, saya masih berharap memiliki anak. Namun jika Allah berkehendak saya dan suami tidak memiliki anak, ya tidak apa apa. Kami akan habiskan sisa umur kami berdua atau suatu saat mungkin tergerak untuk mengadopsi anak.

 

10. Bagaimana perasaanmu ketika mendengar temanmu ada yang hamil atau melahirkan?

❤️Turut bahagia dan mendoakan pastinya. Kalau itu teman dekat, akan saya beri kado.

 

11. Bagaimana sikap orang lain ke kamu tentang kondisi kamu tidak ada anak ini?

❤️ Kalau keluarga, sepertinya turut mendoakn agar kami segera punya momongan. Kalau orang lain mungkin merasa prihatin ya, atau ada yang cuek juga karena merasa itu bukan urusan mereka.

 

12. Bagaimana kamu bersikap ke orang lain tentang kondisi kamu tidak punya anak ini?

❤️Santai saja

 

13. Bagaimana cara kamu bangkit sebagai pejuang buah hati?

❤️Khusnudzon pada Allah, mencintai jalan nasib hidup saya.

 

14. Bagaimana cara kamu untuk bersemangat seandainya ikhtiar kamu belum menunjukkan hasil yang diharapkan?

❤️Tawakkal kepada Allah

 

💖 WHO

1. Siapa orang yang selalu peduli, mendoakan, membantu ikhtiar, membuatmu nyaman dan support usahamu selama ini?

➡️Keluarga saya.

2. Siapa orang yang paling menghakimimu atas kebelum sempurnaan mu, sehingga mempengaruhi kamu menjadi bad mood/tidak nyaman sebagai pejuang buah hati?

➡️Mertua saat itu, alhamdulillah sekarang sudah enggak.

3. Siapa orang yang paling bahagia saat kamu berhasil nanti?

➡️suami dan mertua

4. Siapa orang pertama yang akan kamu beri tahu saat kamu hamil nanti?

➡️suami

 

5. Siapa orang yang perkataannya paling menyakitkan yang tidak bisa kamu lupakan sampai saat ini?

➡️Mertua, tetapi alhamdulillah sudah bisa memaafkannya setelah sikapnya berubah setelah tahu yang ada masalah kesehatan adalah suami saya(anaknya) bukan saya.

6. Siapa yang kamu percaya/ingin datangi untuk konsultasi tentang kehamilan sekaligus memperbaiki kualitas kesehatan serta spiritualmu sehingga menyelesaikan kegelisahanmu?

  1. ➡️Medis ⏩ Bidan Yessy, hypnobirthing

  2. Non Medis / alternatif ⏩Tukang pijat (perut, refleksi, syaraf), tukang  jamu dan herbal, pak kiyai (spiritualis)

  3. Suami sebagai partner progmil

 

7. Siapa yang akan kamu ajak kerjasama dan berbagi rasa untuk menghadapi serta menyelesaikan masalah ini?

➡️suami, tim permata hati🤗

8. Siapa yang membuatmu takut punya anak?

➡️Tidak ada

9. Siapa yang memaksamu untuk punya anak?

➡️Mungkin diriku sendiri yang ingin memiliki keturunan

10. Siapa yang kamu harapkan benar-benar support dan mengerti keadaanmu?

➡️Suami

💖 WHY

  1. Mengapa saya ingin memiliki anak? karena merasa menjadi manusia yang sempurna.
  2. Mengapa merasa menjadi manusia yang sempurna? Karena merasa hidup saya berguna dengan meninggalkan anak sholeh/sholehah.
  3. Mengapa dengan memiliki anak merasa berguna? Karena salah satu tugas hidup meninggalkan sesuatu yang bermanfaat.
  4. Mengapa salah satu tugas hidup meninggalkan sesuatu yang bermanfaat? Karena ia akan meneruskan tugas-tugas saya.
  5. Mengapa anak menjadi penerus tugas? Karena anak adalah bagaikan pohon keluarga saya dan suami.

Demikian identifikasi masalah yang ingin saya pahami lebih jauh akar masalahnya. Yaitu dalam rangka ikhtiar menjadi ibu.

#Energicintakeluarga

#Menjadiperempuanbahagia

#sehatjiwaraga

#komunitaspermatahati

#jurnalhati
#identifikasimasalah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas