Mulai akhir bulan Juni ini, saya ikut belajar di Kampus Ibu Pembaharu, Kelas Bunda Saliha, Institit Ibu Profesional. Kuliah perdana kemarin kami belajar tentang Identifikasi Masalah bersama mentor kami semua ibu Septi Peni Wulandani.
Ibu septi menceritakan bahwa saat ini, di dunia antara masalah dan solusi itu jauh lebih besar masalahnya. Oleh karena itu dibutuhkan para pemberi solusi yang akan mampu menambah jumlah solusi yang ada. Maka, dibutuhkan sebuah pergerakan “movement” untuk menjadikan setiap orang adalah agen perubahan. Yaitu mengubah masalahnya menjadi solusi. Karena everyone is a changmaker.
Syarat pertama sebelum sampai pada menemukan solusi dan menjadikannya aksi, tentu saja adalah mengidentifikasi masalah kita sendiri apa? Dan saya setuju 100% bahwa menyadari apa masalah kita adalah langkah awal untuk melakukan perubahan. Utamanya perubahan untuk diri kita sendiri terlebih dahulu, sebelum nantinya barangkali perubahan diri kita menginspirasi banyak orang.
Pengalaman saya pun demikian. Bahwa saya merasa menjadi semakin kuat karena menghadapi masalah-masalah. Jadi masalah itu semacam ujian untuk kita naik level. Baik level emosi, mental, spiritual juga materi tentu saja, yang semakin berjalannya waktu saya merasa semakin baik alhamdulillah.
Jadi bagaimana suatu masalah itu akan menjadi beban dan keluhan, atau justru menjadikannya sebagai tantangan untuk kita naik level, itu tergantung pada diri kita bagaimana menyikapinya.
Dulu awal-awal menikah, masalah saya adalah finansial dan buruknya komunikasi dengan pasangan. Kemudian juga masalah emosi saya yang masih sangat labil. Sangat mudah baperan, mudah marah, mudah jengkel dan lain sebagainya. Alhamdulillah setelah 10 tahun pernikahan, itu semua sudah berlalu, dan saya merasa menjadi wanita dan istri yang jauh lebih sabar dan kuat.
Meski hal-hal sepele semacam tersendatnya komunikasi dengan pasangan, ternyata setelah saya melaluinya, hal itu bisa menjadi pelajaran untuk pasangan-pasangan di luar sana. Banyak muda-mudi pasangan baru yang berkonsultasi kepada kami bagaimana berkomunikasi yang baik dengan pasangannya. Jadi saya rasa, masalah yang kita anggap kecil jika kita mampu mengidentifikasinya, dan bersungguh-sungguh menyelesaikannya, maka hal itu malah bisa bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain.





#Bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#Institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukdunia
